Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Maulidin Akbar (Aceh)

"Anggota FAM yang Aktif Mensosialisasikan FAM Indonesia”

Nama lengkapnya Maulidin Akbar. Keluarga dan sahabat-sahabatnya, memanggilnya Akbar. Ada pula yang memanggilnya Maulidin (Moldy). Soal panggilan tidak masalah baginya, asal enak didengar. Ia lahir pada tanggal 17 November 1988 di Desa Blang Pulo, Lhokseumawe. Sejak usia lima tahun, ia tinggal bersama ibunya karena ayah tercinta telah berpulang ke Rahmatullah.

Saat ini, Akbar berdomisili di Jl. Medan-Banda Aceh No. 5 Manyang Cut Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Bekerja di sebuah konsultan sebagai administrator. Akbar adalah lulusan D3 salah satu Universitas Negeri di Semarang Jawa Tengah. Saat ini ia sedang melanjutkan pendidikan S1 di sebuah perguruan tinggi swasta di Aceh Jurusan Administrasi Negara.

Perjalanan menulisnya sebenarnya sudah dimulai sejak ia di Pesantren (Dayah) fakir miskin/ ummul ayman. Saat itu ia pernah menjuarai lomba puisi tingkat dayah dan beberapa bulan kemudian menjuarai Lomba Baca Puisi se-Kabupaten Bireun, Aceh. Sejak 2 event itulah Akbar terus mengasah kemampuannya dalam berpuisi. Akbar mengaku, mungkin bakatnya itu berasal dari sang Ayah yang juga seorang penulis (alm).

Setelah menamatkan SMP, ia akhirnya memutuskan untuk ikut tes di salah satu SMA Negeri di kampung halamannya. Dengan alasan supaya lebih dekat dengan orangtua yang tinggal sendiri. Di SMA tersebut awalnya aktivitas menulis Akbar masih berjalan lancar. Ia masih sempat mengembangkan bakat menulisnya selama beberapa bulan dengan mengirimkan beberapa tulisan di salah satu surat kabar lokal serta menjadi redaktur tulisan di Mading SMAN 1 Meureudu, di bawah bimbingan Dra. Halimah salah seorang guru bahasa Indonesia saat itu. Tapi berselang kelas 2 SMA, Akbar terpilih menjadi ketua OSIS SMA 1 Meureudu. Akhirnya harus disibukkan dengan beberapa agenda siswa sehingga tulisannya banyak yang tebengkalai. Ditambah pula keaktifannya dibeberapa organisasi seperti PII dan Jarda IPEMADU.

Kesibukan berorganisasi berlanjut hingga Akbar kuliah dan menyelesaikan D3 di salah satu Universitas Negeri di Jawa Tengah. Ia masih belum kembali dengan hobi menulisnya. Hingga ia diwisuda dan bekerja di salah satu perusahaan konsultan di Sigli.

Suatu hari, saat ia duduk-duduk bersama seorang teman, teman tersebut yang sedang online memasukkannya pada grup “Forum Aishiteru Menulis” yang ada di facebook. Ia tertegun dan merasa senang, ternyata ada wadah untuk menyalurkan hobi dan mengembangkan tulisannya. Akbar pun langsung memposting beberapa tulisan di grup FAM dan mendapat apresiasi positif. Hingga tak ragu lagi untuk memutuskan segera bergabung menjadi anggota resmi FAM Indonesia.

Akbar berharap ini adalah langkah awal dalam mengeksplorasi hobinya, yaitu menulis. Ia ingin memberikan sesuatu yang berharga bagi dirinya, keluarga, teman, masyarakat dan agama. Tak heran, sejak bergabung dengan FAM Indonesia semangatnya seolah terpompa lebih cepat. Ia sangat aktif memsosialisasikan FAM Indonesia ke sekolah-sekolah di wilayah Aceh. Keberanian dan semangat yang patut diacungi jempol. Ia bergerak sendiri, dengan dana sendiri dan tak berhitung untung rugi. Baginya hidup harus berguna dan memberi arti. Ia berharap FAM Cabang Aceh segera terbentuk. Baginya untuk terbentuk cabang FAM di Aceh, bukan dengan menunggu anggota yang mendaftar lewat FAM Pusat, tetapi harus aktif bergerak di wilayah sendiri meskipun diawali dari diri sendiri.

Tak patah semangat, Akbar mengajak seorang teman untuk mensosialisasikan FAM ke sekolah-sekolah unggulan di wilayah Aceh. Kedatangannya mendapat respon positif dari para guru dan siswa. Agenda berikutnya, ia siap bergerak mensosialisasikan FAM lebih luas lagi. Ia ingat pesan FAM Indonesia, “Anak FAM harus semangat!”

Yang unik dari sosok Akbar sekarang adalah sosok pendiam di dunia nyata, senang menyendiri dan bertualang, salah satu event terakhir petualangannya adalah “seumileuk expedition” mengangkat kembali sejarah suku Aceh yang terlupakan (dalam misi mencari jejak suku Mantee).

[sumber: www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...