Skip to main content

Apa yang Menjadi Motivasi Kamu Menulis?

Ya, apa yang menjadi motivasi kamu untuk menulis? Sekadar menuangkan keluar apa yang ada di kepala alias uneg-uneg yang sudah membuncah? Self-therapy? Ingin berbagi informasi dengan orang lain? Hobby? Hati terasa senang ketika menyadari ada kekuasaan di sana untuk menentukan nasib para tokoh ciptaannya? Atau uang? Atau ketenaran?

Kalau kalian menebak gue hendak membahas tentang JKR lagi, tepaaat sekali!  Dalam video yang gue tonton itu, diceritakan soal proses yang berjalan setelah ia menyelesaikan naskah. Orang mungkin sulit untuk percaya jika prosesnya terlihat biasa-biasa saja bahkan nyaris membosankan. Setelah ia selesai menulis, naskah itu ia print dan bersama dengan editornya mereka membaca ulang bersama. Memastikan tidak ada yang terlewat. Ada proses menyusun, membaca ulang, menulis ulang, lalu dibaca ulang lagi, diedit dan seterusnya. Memang begitulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap penulis. Kalau JKR punya editor, kita juga bisa meminta tolong teman untuk membantu membaca, menemukan kalimat yang gak nyambung karena terlalu semangat menyisipkan kalimat tambahan tapi lupa menghapus yang sebelumnya. Yang penting periksa, baca, tulis ulang, baca lagi, edit, dan proses itu berjalan terus. Membosankan ya? Tapi itulah proses yang memang harus terjadi.

Dalam video itu juga diceritakan, JKR ditanya apakah ia ingin menjadi terkenal? Ia menjawab bahwa ia ingin naskahnya diterbitkan. Dan ia benar-benar ingin menjadi penulis. Ketika ia menjadi terkenal karena Harry Potter ia tidak menyangka orang akan begitu ingin tahu tentang kehidupannya. Mulai dari mencari sesuatu di kotak sampahnya hingga mengintai anak-anaknya di sekolah. Ingin tahu apakah anak-anak JKR sombong karena dirinya adalah penulis terkenal. Ia tidak pernah menyangka ketenaran akan menghampirinya karena Harry Potter. Ia senang bertemu dengan orang-orang yang membaca bukunya. Tapi ia sulit membiasakan diri untuk acara-acara yang banyak meminta kehadiran dirinya. Sementara ia tidak terlalu menyukai hal tersebut. Ia menekankan bukan berarti ia merasa dirinya lebih baik dari orang lain karena tidak menyukai keramaian. Jadi, ia benar-benar ingin menjadi penulis melebihi apapun di dunia ini tanpa berpikir oh, dengan menulis saya akan menjadi terkenal. Dan menjadi terkenal ternyata tidak menyenangkan karena orang akan mencari tahu hal-hal yang paling pribadi.

Jadi apakah kita menulis untuk mencari ketenaran yang akan mengantar kita ke satu perayaan ke perayaan lainnya? Atau kita hanya fokus pada satu hal yaitu ingin naskah diterbitkan karena inilah hasil kerja keras saya sebagai penulis? Semuanya sah-sah aja kok karena bukankah kita sendiri nanti yang akan menjalani prosesnya? Mulai dari ide yang mengalir, menuangkannya dalam nasakah yang kita susun, coba menerbitkannya dan setelah itu tinggal melihat hasilnya. Jadi, jangan berhenti menulis hanya karena tidak memberi kamu ketenaran. Jangan mengucapkan selamat tinggal pada menulis karena tidak mendapat uang dari sana. Intinya adalah, apapun motivasi kamu untuk menulis dan ingin menerbitkan proses yang sepertinya membosankan itu tetap harus dilalui. Dapat ide, mulai menyusun awal dan akhir dari cerita. Lalu tokoh-tokohnya, bagaimana sifat-sifat mereka. Gunakan selalu Who, what, where, why, when untuk menuntun kamu dalam menulis. Jangan bosen-bosen membaca ulang agar tahu mana yang perlu diedit. Jangan malu-malu meminta tolong teman kamu untuk membaca. Tidak ada teknik apapun yang bisa membantu untuk menulis lebih baik selain rajin menulis.

Bukankah begitu?

*dimuat juga di 40th Mind Wanderer*

Sumber: http://www.kampungfiksi.com

Share ke:

Comments

  1. karena menulis bisa mencurahkan isi hati kita tanpa, apabila kita malu menceritakannya pada teman, sahabat atau orang lain..
    jadi menulis itu sangat banyak manfaatnya..
    bukankah begitu...??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...